Selasa, 01 Maret 2011

Riwayat Alamiah Penyakit

Bab I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
            Penyakit merupakan salah satu gangguan kehidupan manusia yang telah dikenal orang sejak dulu. Pada mulanya, konsep terjadinya didasarkan pada adanya gangguan makhlus halus atau karena kemurkaan dari yang maha pencipta. Hingga saat ini, masih banyak kelompok masyarakat di Negara berkembang yang menganut konsep tersebut. Di lain pihak ada gangguan kesehatan/penyakit yang belum jelas penyebab nya, maupun proses kejadian.
            Pada tahap berikut nya, Hippocrates telah mengembangkan teori bahwa timbul nya disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang meliputi air, udara, tanah, cuaca, dan lain sebagainya. Namun demikian dalam teori tidak dijelaskan bagaimana kedudukan mansia dalam interaksi tersebut, serta tidak dijelaskan faktor lingkungan bagaimana yang dapat menimbulkan penyakit.
            Ternyata setelah penyakit menular mulai dapat diatasi pada negra-negara maju, muncullah masalah berbagai penyakit menahun/tidak menular yang unsure dan faktor penyebab nya sangat berkaitan erat dengan faal tubuh, mutasi dan sifat resistensi tubuh. Dan pada umumnya terdiri dari berbagai faktor yang saling kait-mengait. Keadaan ini sangat erat hubungan nya dengan berbagai pengamatan epidemiologi terhadap gangguan kesehatan.




1.2       Permasalahan
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa permasalahan, antara lain sebagai berikut:
1.      Bagaimana proses perkembangan penyakit?
2.      Bagaimana pola penyebaran penyakit?
3.      Apa manfaat riwayat alamiah?

1.3              Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Memahami proses perkembangan penyakit.
2.      Memahami pola penyebaran penyakit.
3.      Memahami manfaat riwayat alamiah.













Bab II

PEMBAHASAN

2.1       Proses Perkembangan Penyakit
            Kejadian penyakit, tidak terkecuali penyakit akut (mendadak) mempunyai masa perlangsunganb tersendiri. Bagaimanapun mendadaknya, perlu waktu, yang memang mungkin singkat, untuk tercetusnya suatu penyakit. Dalam mengetahui keberadaan (diagnosis) penyakit, diperlukan perhatian dan perhitungan terhadap faktor waktu perlangsungan penyakit, diinginkan untuk melakukan diagnosis benar, tepat waktu ataupun secepatnya.
            Untuk membuat diagnosis, salah satu hal yang perlu diketahui adalah riwayat alamiah penyakit (Natural history of disease). Riwayat alamiah suatu penyakit adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara alamiah (Fletcher,22).

2.2       Tahapan Riwayat Alamiah
            Riwayat alamiah suatu penyakit pada umunnya melalui tahap-tahap sebagai berikut:
a.       Tahap prepatogenesis
b.      Tahap pathogenesis
c.       Tahap pasca pathogenesis, yang dapat bverlanjut menjadi beberapa kemungkinan berupa: sembuh, perlangsunbgan kronik, cacat, dan mati.

Uraian masing-masing tahap itu adalah sebagai berikut:
a.       Tahap Prepatogenesis
Pada tahap ini individu berada dalam keadaan normal/ sehat tetapiu mereka pada dasarnya peka terhadap kemungkinan terganggu oleh serangan agen penyakit (stage of susceptibility). Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih terjadi diluar lubuh, dalam arti bibit penyakit masih ada di luar tubuh penjamu dimana para kuman mengembangkan potensi infektifitas, siap menyerang penjamu. Pada tahap ini belum ada tanda-tanda sakit sampai sejauh daya tahan tubuh penjamu masih kuat. Namun begitu penjamu nya ‘lengah’ ataupun memang bibit penyakit menjadi lebih ganas, ditambah dengan kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan penjamu, maka keadaan segera dapat berubah. Penyakit akan melanjutkan perjalanan memasuki fase berikutnya, tahap pathogenesis.

b.      Tahap Patogenesis
Tahap ini meliputi 4 sub-tahap yaitu: tahap inkubasi, tahap dini, tahap lanjut, tahap akhir.
·        Tahap inkubasi
Tahap inkubasi merupakan tenggang waktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap penyebab penyakit, sampai timbulnya gejala penyakit. Masa inkubasi ini bervariasi antara satu penyakit dengan penyakit lainnya. Dan pengetahuan tentang lamanya masa inkubasi ini sangat penting, tidak sekadar sebagai pengetahuan riwayat penyakit, tetapi berguna untuk informasi diagnosis. Setiap penyakit mempunyai masa inkubasi tersendiri, dan pengetahuan masa inkubasi dapat dipakai untuk identifikasi jenis penyakit nya.

·        Tahap Dini
Tahap ini mulai dengan munculnya gejala penyakit yang kelihatannya ringan. Tahap ini sudah mulai menjadi masalah kesehatan karena sudah ada gangguan patologis (pathologic changes), walaupun penyakit masih dalam masa subklinik ( stage of subclinical disease). Seandainya memungkinkan, pada tahap ini sudah diharapkan diagnosis dapat ditegakkan secara dini.

·        Tahap Lanjut
Merupakan tahap dimana penyakit bertambah jelas dan mungkin tambah berat dengan segala kelainan patologis dan gejalanya (stage of subclinic disease). Pada tahap ini sudah menunjukkan gejala dan kelainan klinik yang jelas, sehingga diagnosis sudah relative ditegakkan, diperlukan pengobatan yang tepat untuk menghindari akibat lanjut yang kurang baik.

·        Tahap Akhir
Berakhirnya perjalanan penyakit dapat berada dalam lima pilihan keadaaan, yaitu:
1)      Sembuh sempurna, yakni bibit penyakit menghilang dan tubuh menjadi pulih, sehat kembali.
2)      Sembuh dengan cacat, yakni bibit penyakit menghilang, penyakit sudah tidak ada, tetapi tubuh tidak pulih sepenuhnya, meninggalkan bekas gangguan yang permanen berupa cacat.
3)      Kerier, dimana tubuh penderita pulih kembali, namun bibit penyakit masih tetap ada dalam tubuh tanpa memperlihatkan gangguan penyakit.
4)      Penyakit tetap berlangsung secara kronik.
5)      Berakhir dengan kematian.





2.3       Pola Penyebaran Penyakit

            Suatu penyakit (menular) tidak hanya selesai setelah membuat seseorang sakit, tetapi cenderung untuk menyebar. Setelah menyelesaikan riwayatnya pada suatu rangkaian kejadian sehingga seseorang jatuh sakit, pada sat yang sama penyakit bersama dengan kumannya dapat berpindah dan menyebar kepada orang lain/ masyarakat.
            Dalam proses perjalanan penyakit, kuman memulai aksinya dengan memasuki pintu masuk tertentu (portal of entry) calon penderita baru dan kemudian jika ingin berpindah ke penderita baru lagi akan ke luar melalui pintu tertentu (portal of exit).
            Kuman penyakit tidak masuk dan keluar begitu saja tetapi harus melalui “pintu” tubuh tertentu sesuai dengan jenis masing-masing penyakit misalnya melalui: kulit, saluran pernapasan, saluran pencernaan, atau saluran kemih. Dalam memilih pintu masuk-keluar ini setiap jenis kuman mempunyai jalan masuk dan keluar tersendiri dari tubuh manusia. Ada yang masuk melalui mulut (oral) dan keluar melalui dubur (system pencernaan), seperti yang dilakukan oleh kebnyakan cacing. Namun ada pula yang masuk melalui kulit tetapi keluar melalui dubur, misalnya cacing Ankylostoma.
            Pengetahuan tentang jalan masuk ini penting untuk epidemiologi karena dengan pengetahuan itu dapat dilakukan penghadangan perjalanan kuman masuk ke dalam tubuh manusia. Cacing yang ingin masuk melalui mulut dicegah dengan upaya cuci tangan sebelum makan. Sedangkan pengetahuan tentang jalan keluar bermanfaat untuk menemukan kuman itu untuk tujuan identifikasi atau diagnosis. Misalnya kuman TBC keluar melalui batuk maka penemuan kuman TBC dilakukan dengan penangkapan kuman nya di batuk/dahak.




2.4       Manfaat Riwayat Alamiah.

            Dari riwayat alamiah penyakit diperoleh beberapa informasi penting seperti:
1.      Masa inkubasi atau masa latent, masa atau waktu yang diperlukan selama perjalanan suatu penyakit untuk menyebabkan seseorang jatuh sakit.
2.      Kelengkapan keluhan (symptom) yang menjadi bahan informasi dalam menegakan diagnosis.
3.      Lamanya dan beratnya keluhan dialami oleh seorang penderita.
4.      Kejadian penyakit menurut musim (season) kapan penyakit itu lebih frekuen kejadiannya.
5.      Kecenderungan lokasi geografis serangan penyakit sehingga dapat dengan mudah dideteksi lokasi kejadian penyakit.
6.      Sifat-sifat biologis kuman pathogen sehingga menjadi bahan informasi untuk pencegahan penyakit, khususnya untuk pembunuhan kuman penyebab.

Pengetahuan tentang riwayat alamiah penyakit merupakan langkah awal yang perlu dilakukan untuk mengetahui aspek-aspek lain yang terkait dengan penyakit. Dengan engetahui riwayat alamiah dapat ditarik beberapa manfaat seperti:

1.      Untuk diagnostic: masa inkubasi dapat dipakai sebagai pedoman penetuan jenis penyakit, misalnya jika terjadi KLB (kejadian luar biasa).
2.      Untuk pencegahan: dengan mengetahui kuman pathogen penyebab dan rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah dicari titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit. Dengan mengetahui riwayat pencegahan penyakit dapat terlihat apakah penyakit itu perlangsungannya akut ataukah kronik. Tentu berbeda upaya pencegahan yang diperlukan untuk penyakit yang akut disbanding dengan yang kronik.

3.      Untuk terapi: intervensi atau terapi hendaknya biasanya diarahkan ke fase paling awal. Pada tahap perjalanan awal penyakit itu terapi tepat sudah duberikan. Lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang diharapkan. Keterlambatan diagnosis akan berkaitan dengan keterlambatan terapi.


























Bab III

PENUTUP


3.1           Kesimpulan

1.      Dalam proses perkembangan penyakit diperlukan perhatian dan perhitungan terhadap faktor waktu perlangsungan penyakit, diinginkan untuk melakukan diagnosis benar, tepat waktu ataupun secepatnya.
2.      Pola penyebaran penyakit Suatu penyakit (menular) tidak hanya selesai setelah membuat seseorang sakit, tetapi cenderung untuk menyebar. Setelah menyelesaikan riwayatnya pada suatu rangkaian kejadian sehingga seseorang jatuh sakit, pada sat yang sama penyakit bersama dengan kumannya dapat berpindah dan menyebar kepada orang lain/ masyarakat.
3.      Manfaat riwayat penyakit adalah untuk diagnostic, untuk pencegahan, dan untuk terapi.

3.2              Saran
            Dari pembahasan tentang riwayat alamiah penyakit kita dapat mengetahui pola penyebaran penyakit. Kita dapat menekan suatu penyakit agar tidak menjadi  penyakit menular. Dengan pengetahuan tentang manfaat riwayat alamiah penyakit kita dapat mengetahui informasi tentang aspek-aspek yang terkait dengan penyakit.




DAFTAR PUSTAKA


Bustan, M.N. 1997. Pengantar Epidemiologi. Rineka Cipta: Jakarta.
Bustan, M.N.2006. Pengantar Epidemiologi, Edisi Revisi. Rineka Cipta: Jakarta.
Nasri, Noor,1997. Dasar Epidemiologi. Rineka Cipta: Jakarta
Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Rineka Cipta:Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar